#TolakJadiTarget

#TolakJadiTarget

#TolakJadiTarget

#TolakJadiTarget adalah gerakan yang diinisisasi oleh 2700 siswa dari 90 sekolah di 5 kota untuk menolak jadi target industri rokok.

Industri rokok sangat agressif menargetkan anak-anak dengan cara meletakkan iklan rokok di sekitar sekolah. 85% sekolah dikelilingi oleh berbagai macam iklan rokok. Tujuannya untuk menjadikan anak muda sebagai perokok pengganti.

Karena itu, kami mendukung siswa yang menolak menjadi target dan menyatakan perlawanan kepada industri rokok !

AYO TOLAK JADI TARGET INDUSTRI ROKOK !

Download Cara #TolakJadiTarget

Cara Mendukung

Ayo #TolakJadiTarget Industri Rokok !

 

Ganti Profile Picture Media Sosialmu, seperti gambar di atas, dengan cara:

  1. Klik link berikut: http://bit.ly/tw_TolakJadiTarget
  2. kemudian klik "Login to Add Twibbon"
  3. pilih "Log in with Facebook" atau "Log in with Twitter"
  4. muncul jendela/ tab baru, masukkan email dan password Facebook atau Twitter-mu
  5. kemudian pilih "Add to Twitter" atau "Add to Facebook"
  6. muncul izin aplikasi (aplikasi tidak akan posting tanpa izin kamu), klik "Continue as (nama kamu)", klik ok
  7. lalu klik "Add the Twibbon to Facebook" atau "Add the Twibbon to Twitter" (kamu juga bisa memilih untuk mengganti foto profil kamu yang cocok dengan sign Twibbonnya dengan klik "Change Image"
  8. kemudian klik “Set as Profile Picture” dan sesuaikan ukuran profile picture kamu
  9. selesai.
  10. Share/ sebarkan dukungan #TolakJadiTarget di media sosialmu.

Tandatangi Petisi #TolakJadiTarget di change.org, seperti gambar di atas, dengan cara:

  1. Klik link berikut: http://change.org/stopiklanrokokdisekolah
  2. Isi biodata kamu: Nama awal, nama akhir, email, domisili, kodepos, serta alasan mendukung petisi (tidak wajib)
  3. Klik dan tambahkan tanda centang pada kotak "berbagi dengan teman facebook"
  4. Klik "Tandatangani"
  5. Saat muncul jendela/ halaman baru, masukkan email dan password facebook kamu, lalu klik "Continue as ..." atau "Lanjutkan sebagai ...", kemudian klik "OK"
  6. selesai.
  7. Share/ sebarkan dukungan #TolakJadiTarget di media sosialmu.

 

Latar Belakang

 “Remaja hari ini adalah calon pelanggan tetap hari esok karena mayoritas perokok memulai merokok ketika remaja..” (Laporan Peneliti Myron E. Johnson ke Wakil Presiden Riset dan Pengembangan Phillip Morris)

Dokumen perusahaan rokok mengakui bahwa remaja adalah calon pelanggannya. Karena itu perusahaan rokok gencar memasang iklan dalam bentuk bilboard, spanduk, poster hingga stiker di pagar sekolah, warung dekat sekolah dan lingkungan sekitar sekolah.  Hasil monitoring iklan rokok di sekitar sekolah 5 kota tahun 2015, menunjukkan 85% sekolah mulai SD hingga SMA dikepung oleh iklan, promosi dan sponsor rokok. Cara ini dilakukan untuk menanamkan pada anak-anak bahwa rokok adalah produk yang normal. Setidaknya ada 30 merek rokok yang beriklan dan berpromosi di sekitar sekolah.

Perusahaan rokok juga menjual rokok dengan harga murah di sekitar sekolah, bahkan kurang dari seribu rupiah. Ini membuat akses rokok menjadi mudah dan murah karena harganya murah dan dapat dibeli di sekitar sekolah. Tak heran bila hasil Global Youth Tobacco Survey 2014 di Indonesia, menunjukkan 2 dari 5 siswa adalah perokok aktif dan 3 dari 5 siswa membeli rokok di warung atau kios.

Berbagai studi membuktikan bahwa iklan, promosi dan sponsor rokok mempengaruhi anak dan remaja untuk mencoba konsumsi rokok. 46% remaja berpendapat bahwa iklan rokok mempengaruhi mereka untuk mulai merokok (Uhamka dan Komnas Anak 2007). Sementara itu 99,6% anak usia 13 – 15 tahun melihat iklan rokok di luar ruang (Survey cepat di 10 kota, Komnas Perlindungan Anak, 2012).

Riset Kesehatan Dasar 2013 menunjukan hampir 80% perokok memulai merokok sebelum usia 19 tahun, jumlahnya mencapai 16,4 juta orang. Dan usia merokok pertama kali yang paling tinggi adalah pada kelompok usia 15-19 tahun. Jika permasalahan ini terus dibiarkan, Indonesia akan terus mendapatkan berbagai ancaman bagi masa depan bangsanya yaitu ancaman kesehatan dan juga ancaman untuk tidak dapat menikmati bonus demografi pada tahun 2035.

Program Pendampingan 90 Sekolah di 5 Kota

Yayasan Lentera Anak bersama Ruandu Foundation dan Gagas Foundation bekerjasama dengan Dinas Pendidikan di 5 kota melakukan pendampingan kepada 90 sekolah di Padang, Mataram, Bekasi, Tangerang Selatan dan Kabupaten Bogor. Program ini mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui  Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (surat Nomor 5036/D./HM/2016) dan Direktur Pembinaan SMP (Surat Nomor 1325/D3/KP/2016).

Program pendampingan sekolah bertujuan memperkuat komitmen sekolah dan komunitas di sekitar sekolah untuk melindungi siswa dari target pemasaran perusahaan rokok. Berbagai kegiatan dilakukan di sekolah untuk membangun kesadaran kritis siswa agar dapat menolak jadi target perusahaan rokok. Seperti capacity building, edukasi, sosialisasi, aksi kreatif, menggalang dukungan masyarakat dan sebagainya.

Pendampingan ini melibatkan lebih dari 2.700 siswa yang menjadi penggerak di sekolahnya dan memperkuat komitmen sekolah sebagai kawasan tanpa rokok. Hal ini merupakan mandat dari Keputusan Mendikbud Nomor 64 tahun 2015, Peraturan Pemerintah nomor 109/2012, UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009 dan Keputusan Bersama Mendagri dan Menkes No. 7 Tahun 2011, tentang Pedoman Pelaksanaan Kawasan Tanpa rokok.

Untuk membangun kesadaran yang lebih luas di kalangan siswa agar mampu menolak menjadi target perusahaan rokok dan mewujudkan sekolah sebagai kawasan tanpa rokok, program ini juga mengusung kampanye online dan offline dengan menggunakan hastag #TolakJadiTarget yang digunakan secara nasional di 90 sekolah.

E Book Laporan Pendampingan

Klik box dibawah untuk download e book.

E Book Laporan Pendampingan 90 Sekolah di 5 Kota

E Book Policy Brief

Klik box dibawah untuk download e-book.

E Book Policy Brief 1

10 Langkah #TolakJadiTarget